Senin, 15 September 2014

17 Agustus 2014


P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.
Naskah di atas merupakan saksi sejarah kebahagian bangsa Indonesia, karena ketika dibacakan naskah itu dari bibir sang Proklamator, maka resmilah Negara Kesatuan Republik Indonesia merdeka. 
Yaaaaa Merdeka,  kalimat sakral yang membakar semangat para Pahlawan - pahlawan Republik Indonesia. Merdeka atau Mati itulah pilihan yang di tawarkan, mengutip kalimat Thariq Bin Ziyad ketika Penaklukan Andalusia, Musuh didepan mu dan laut dibelakang mu, pasti mereka memilih berjuang mati - matian untuk mempertahankan hidup, dari pada mundur dan mati konyol, begitu pula dengan pahlwan - pahlawan kita mereka berjuang sekuat tenaga demi, kebahagian anak cucu mereka dimasa yang akan datang, mereka tidak ingin melihat anak cucu mereka berjuang menggunakan senjata api, bambu runcing dll, tapi mereka ingin melihat anak cucu mereka berjuang dengan senjata yaitu Pena....
beranjak dari perjuangan para pahlawan, di tahun 2014 ini pertama kali bagi saya pribadi merayakan Hut RI yang ke 69 di negri orang, ada kecemburuan tersendiri ketika melihat teman - teman, keluarga dan seluruh warga negara Indonesia, yang bisa melaksanakan Upacara bendera, dan merayakan Hut RI dengan acara Marching Band, Pawai, perlombaan dll. Semua kegiatan itu masih tersimpan rapi di memori otak ku tatkala aku ikut andil dalam kegiatan itu. Kini di negeri 1001 malam ni aku harus apa? bagaimana aku merayakannya?
3 hari sebelum Hut RI deringan Handphone memecahkan kebingungan ku, aku mendapat telfon dari Pihak KBRI di Baghdad, aku diminta hadir ke KBRI untuk mengikuti upacara peringatan Hut RI ke 69. Raga ini tak kuasa meluapkan kebahagiaan, yaa sebentar lagi aku akan melihat bendara merah putih perlahan - lahan naik di tiang bendera, pikiranku tertuju kemasa aku duduk di bangku MAN, ketika aku menjadi petugas pengibara bendera. ketika semua rencana sudah tersusun rapi dan matang, kita bisa mengatur rencana itu namun kita belum tentu menjalankan rencana itu, kita masih memiliki Dzat yang maha mengatur, ternyata Dzat itu belum mengizinkan ku untuk melihat Bendera Merah Putih naik perlahan di peristirahatannya.
Hari ini tepat 17 Agustus 2014, usia negaraku genap 68 tahun, usia yang tidak begitu muda. aku hanya bisa mengucapkan melalui situs jejaring sosial. terlintas ide baik di otakku, bagaimana cara merayakan Hut Ri di negri Mesopotamia ini,
Okkkkk... hari ini aku kekampus membawa bendera merah putih, bendera yang di ingatkan kk Oza yang harus kubawa dan akhirnya ku beli di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Matahari 17 Agustus terlihat indah dan menawan, hembusan angin gurun menerpa wajah suci ku, dengan perasaan bangga ku genggam merah putih dan ku bawa kekampusku aku meminta kepada mereka (Iraqi) yang lewat untuk berfoto dengan bendera merah putih dan mereka pun senang terhadap tawaran ku, aku berfoto dengan pegawai asrama, tentara, teman - teman kampus, anak kecil, dan dosen. aku merasakan kebahagian tersendiri ketika aku merayakan Hut RI dengan caraku sendiri. mengutip dari kalimat hikmah yang terdapat didalam buku Mahfuzhat terbitan dari Turos 
من لم يقم لأداء واجبه نحو و طنه و دينه حذار من التعب او الموت فليس بأهل لأن يعسش لأن الموت.
"Barang siapa yang tidak memenuhi kewajiban terhadap negara dan agamanya karena takut letih atau mati, maka ia tidak berhak untuk hidup karena kematian pasti akan datang tetapi jiwa mulia tidak akan pernah mati"
kalimat itulah yang menjadi cambuk bagi ku untuk terus mencitai negeriku, negeri yang telah memberikan sejuta kenikmatan pada ku, negeri tempat aku pertama kali melihat dunia, negeri yang telah mengajarkan ku arti keidupan, negeri yang telah menghantarkan ku  kengeri Mesopotamia ini. Terimakasi negreriku, suatu saat nanti akau akan membalas semu jasamu.
 Indonesia aku mencintai mu.


















رائعة


قبل اسفر الى العراق عندي ثلاثة اسباب الذي اعجببت اليها :
 sebelum aku pergi ke Iraq, aku memiliki 3 alasan yang membuatkau takjub terhadap  negri ini
1 . العراق بلاد الأنبياء


1. Iraq Negerinya Para Nabi

2. العراق بلاد العباسية


2. Iraq Negerinya Abbasyiah
 

3.  العراق بلاد الرافدين, عندها الفرات و الدجلة


3. Iraq Negeri Mesopotamia, ia memiliki 2 aliran sungai 
yaitu sungai Eufrat dan Tigris
 




إذا ماعندها الفرات والدجلة ممكن لا يوجد العراق في الدنيا, ولا يوجد حضارات, فقط صحاري ماحل.


Jika tidak ada Eufrat dan Tigris aku kira Iraq tidak ada di dunia ini, tidak ada peradaban, yang ada hanya Gurun – gurun yang randus

 

سبحان الله الذي خلقهما لها


Maha Suci Allah yang telah menciptakan Eufrat dan Tigris untuk Iraq