Kuliah di luar
negri merupakan dambaan setiap Mahasiswa Indonesia, ada kesan tersendiri ketika
kita mendapatkan kesempatan untuk belajar di negri yang bukan negri kita,
kebangaan yang luar biasa pasti menyelimuti raga kita, pujian terus berdatangan
dari mereka yang mengenali kita. mereka mengira semua itu indah untuk di
jalani. Namun Siapa yang berani memberi jaminan kuliah di Luar Negri itu enak,
menyenangkan, membahagiakan semua kata - kata indah itu tidak bisa mewakili
kenyataan yang sebenarnya terjadi, harus merasakan beban mental, beban fisik,
semua berubah begitu saja, jauh dari negri tercinta, jauh dari orang tersayang,
jauh dari orang terdekat. terlebih ketika kita mendapat kesempatan Belajar di
negeri yang kata orang negri itu sangat berbahaya dan bisa mengancam hidup,
tapi semua ocehan mereka aku kubur dalam - dalam, aku buktikan kepada mereka
bahwa negeri yang selama ini mereka takuti, negri yang selama ini jadi sorotan
publik mata dunia, negeri yang selama ini menjadi banyak perdebatan dalam
perihal aqidah, tidak seperti yang mereka bayangkan. mengutip kaliamat Ibnu
Syauqi dan Imam Ahmad Bin Hanbal di dalam Novel Ayat - Ayat cinta Karangan Kang
Abik " Hidup adalah keyakinan dan perjuangan dan Perjuangan seorang
Muslim sejati tidak akan berhenti sebelum kedua telapak kakinya menginjak pintu
surga", kalimat itu bak lilin di kala kegelapan, yang menerangi setiap
sudut hati ku. Banyak literatur yang mengisahkan tentang perjalanan menuntut
ilmu di negri orang, asam manismya mereka lalui begitu saja sampai mereka
mendapatkan cahaya itu, cahaya yang mereka gunakan untuk menerangi negeri
mereka, cahaya yang menjadi penerang dikala gelap mencekam. kita bisa melihat
beberapa tokoh dalam kehidupan nyata yang harus berjuang di negri orang demi
melanjutkan studi dan melanjutkan hidup ketika beasiswa tidak bisa diandalkan.
sebut saja Meutya Hafid seorang Legislator muda, siapa sangka di balik
kesuksaan beliau, beliau pernah merasakan asam pahitnya hidup ketika kuliah di
negeri orang. Pada awalnya aku mengira semua itu akan berjalan indah seindah
lantunan kalam ilahi, tetapi itu semua bak fatamorgana sahara yang menipu para
musafir.
Bersambung....
Bersambung....
semoga bg bisa sukses dan sehat selallu ya
BalasHapusاللهم امين :)
BalasHapus